by admin | Feb 17, 2023 | Berita
Dalam bidang teknik mesin perlu adanya inovasi yang dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan dalam kehidupan manusia. Salah satunya juga disampaikan oleh Dr. Darmanto, Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas), yang bekerja sama dengan tim Dosen Undip.
Memulai penelitian tentang teknologi manufaktur untuk mendukung orang-orang dengan masalah tulang lutut dan masalah kesehatan. “Semakin tua usia seseorang, semakin buruk fungsi tubuhnya, termasuk fungsi sendi lutut. Saat lutut terasa nyeri saat beraktivitas, hal itu disebabkan kondisi yang sering disebut osteoarthritis,” kata Darmanto kemarin. Menggambarkan betapa sulitnya orang bergerak ketika mereka memiliki kondisi tersebut mendorong mereka untuk berkontribusi dengan riset tersebut. Tindakan medis berupa operasi merupakan salah satu pilihan untuk mengatasi hal tersebut. Anda dapat melakukannya dengan mengganti sendi lutut dengan alat buatan.
Namun, langkah ini justru berakibat membatasi kemampuan menekuk sudut lutut. Pasien biasanya merasa kesulitan untuk melakukan sholat duduk atau gerakan lain di lantai. “Itu karena implan sendi lutut masih impor. Jadi tidak sesuai dengan anatomi orang Indonesia,” jelasnya. Oleh karena itu, ia bersama tim dosen teknik mesin Undip melakukan penelitian teknik mesin berupa model sendi lutut artifisial dengan jangkauan yang lebih fleksibel. Desainnya sesuai dengan anatomi masyarakat Indonesia yang tujuannya agar nyaman beraktivitas dalam kegiatan keagamaan, sosial dan budaya.

Darmanto yang juga lulusan Program Studi Doktor Teknik Mesin (PSDTM) Undip ini bahkan telah merangkum penelitiannya dalam karya tulis ilmiah berjudul “Desain Ulang Sendi Lutut Buatan (Artificial Knee Joint) untuk Orang Indonesia”. Diharapkan penelitian ini menjadi langkah awal untuk kemungkinan mengakses produk lutut buatan buatan anak bangsa. Namun, dukungan tetap diperlukan, terutama sinergi antara pendidikan, kesehatan, dan industri untuk mewujudkannya. Ia juga menambahkan, penelitian inovatif ini ia lakukan untuk menyelesaikan studinya di Program Studi Doktor Teknik Mesin di Undip. Promotor riset Prof. dr. Jamari menjelaskan, desain lutut buatan ini sangat cocok untuk orang Indonesia.
Prof Dr AP Bayuseno dan Dr Rifky Ismail yang juga co-promotor berkeinginan produk tersebut bermanfaat bagi dunia medis. Hal senada dikemukakan Ketua PSDTM Undip Dr. Achmad Widodo beserta Guru Besar Unimus Prof Dr Purnomo. Wakil Rektor Unwahas Dr Helmy Purwanto pun menyampaikan penghargaan tinggi atas karya riset inovatif semacam ini.
by admin | Jan 2, 2023 | Berita
Download brosur di sini
by admin | Dec 21, 2022 | Berita
Kendal, NU Online Jateng
Dunia saat ini sedang menghadapi perubahan industri, adanya kemajuan berbagai mesin industri dan robot yang memudahkan dalam pekerjaan manusia.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU 02 Rowosari dan Fakultas Teknik Unwahas Semarang di bidang pengembangan micro controller robotic menjalin kerja sama dalam rangka peningkatan mutu institusi sekolah pada Rabu (21/12/2022).
Kepala SMK Ma’arif NU 02 Rowosari Kendal Waryanto menmengatakan, optimalisasi kerja sama dan kolaborasi dengan institusi maupun lembaga lain menjadi penting untuk meningkatkan citra sekolah dan daya saing kualitas sekolah.
“Pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang baik terkait dengan transfer pengetahuan dan teknologi mengenai pembuatan robotik. Pada nantinya proses pembuatan robot di lingkungan SMK Ma’arif NU 02 Rowosari dapat dilakukan oleh beberapa jurusan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi NU Online Jateng, Jumat (23/12/2022.
Disampaikan, kerja sama yang dilakukan di antaranya pada bidang Teknik Audio Video, Teknik komputer Jaringan, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Bisnis Sepeda Motor.
“Sedangkan yang berperan untuk melakukan publikasi tentang kegiatan ini adalah jurusan Bisnis Daring Dan Pemasaran,” terangnya.
Dirinya berharap, kerja sama dengan Unwahas bagi SMK Ma’arif NU 02 Rowosari memiliki nilai penting untuk bisa menjadi pionir bagi sekolah tingkat menengah atas yang menguasai teknologi tentang robot di Kabupaten Kendal.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Unwahas Sri Mulyo Bondan Respati menyambut baik kegiatan penandatanganan MoU ini dan mendukung terciptanya link and match antara SMK dan Universitas.
“Kerja sama ini merupakan salah satu cara Fakultas Teknik Unwahas untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyangkut aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.
MoU ini sambungnya, bisa dilanjutkan dengan kegiatan lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang diselenggarakan di kedua institusi
Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Teknik Unwahas Sri Mulyo Bondan Respati, Wakil Dekan M Subkhan Mauludin, Kaprodi Teknik Kimia Indah Hartati, Kaprodi Teknik Informatika Fandi Indra Pratama, Wakil Kaprodi Teknik Mesin Darmanto.
Dari SMKNU hadir secara pribadi Kepala SMK Ma’arif NU 02 Rowosari Waryanto, didampingi 4 (empat) wakil kepala sekolah dan 5 (lima) ketua jurusan menyambut hangat kedatangan tim dari Fakultas Unwahas. (*)
Pengirim: Muhammad Kridaanto
by admin | Sep 27, 2022 | Berita
SMOL.ID – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) merancang roket electric ducted fan (EDF) multifungsi yang dapat digunakan untuk misi pengamatan, pemetaan, dan pengiriman obat ke daerah bencana atau terpencil yang sulit dijangkau menggunakan transportasi biasa.
Ditemui di Laboratorium Energi Unwahas, Ketua Tim Peneliti Roket EDF Unwahas Tabah Priangkoso menyebutkan, roket EDF memberikan tingkat keselamatan yang lebih tinggi karena menggunakan baterai sebagai sumber energi penggeraknya, sehingga menurunkan risiko kebakaran dan ledakan.
“Roket EDF juga memiliki konstruksi yang sederhana sehingga mudah dibuat,” jelasnya. Setelah menjalankan misi, roket diprogram untuk kembali ke tempat peluncuran sehingga dapat digunakan kembali pada misi berikutnya.
Anggota peneliti Unwahas Muhammad Dzulfikar menjelaskan, penelitian roket EDF dilakukan selama satu tahun sepanjang tahun 2022 sebagai tahap awal pengembangan roket EDF tersebut melibatkan 10 mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Independen.
Dzulfikar menambahkan, mahasiswa yang terlibat mendapatkan pengalaman penelitian dalam bidang aerodinamika, sistem kendali, maupun material roket dan memperoleh rekognisi 20 SKS per semester. Ia juga menyebutkan, program MBKM meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Anggota peneliti lainnya dari Universitas Diponegoro Joga Dharma Setiawan menambahkan, roket EDF juga dapat difungsikan sebagai misil dalam bidang pertahanan dan keamanan. Ia menambahkan, roket EDF dapat diprogram untuk menemukan dan mencapai sasaran sesuai program yang diinput ke dalam sistem kendali roket. Meskipun demikian, perancangan roket EDF memberikan tantangan.
“Tantangan utama dalam pengembangan roket EDF adalah berat baterai. Jika jangkauan roket diperbesar, maka roket semakin berat sehingga mengurangi porsi berat muatan,” katanya.
Dia berharap, di masa depan tersedia baterai yang lebih ringan dengan kepadatan energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, roket akan memiliki jangkauan dan kecepatan yang lebih besar.
Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Unwahas yang menjadi peserta Program MBKM Proyek Independen Roket EDF ini, Dimas, Dedi, Falih, dan Reza, menyatakan bahwa program MBKM ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa.
“Kami jadi lebih terampil dan siap dalam menghadapi tantangan teknologi,” kata Dedi.
Sementara itu, CEO Scratch Robotic yang menjadi mitra penelitian ini, Prima Adhi Yudhistira, mengatakan bahwa program ini dapat menjadi penghubung antara kebutuhan dunia industri dengan perguruan tinggi karena kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri. Scratch Robotic sendiri merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman dalam produksi drone untuk berbagai fungsi di udara, darat, maupun air.
Tabah mengungkapkan, penelitian dengan tema “Rancang Bangun Roket Electric Ducted Fan dengan Sistem Kendali Aktif dan Sistem Pendaratan Efisien” tersebut didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) Kemenkeu bekerjasama dengan Direktorat Sumber Daya Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek melalui Program Riset Keilmuan.
Progam ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dan didukung Scratch Robotic sebagai mitra Tim Peneliti yang ikut serta mendanai penelitian dan melatih mahasiswa dalam program ini.
by admin | Sep 27, 2022 | Berita
SEMARANG, Hajinews.id – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) merancang roket electric ducted fan (EDF) multifungsi yang dapat digunakan untuk misi pengamatan, pemetaan, dan pengiriman obat ke daerah bencana atau terpencil yang sulit dijangkau menggunakan transportasi biasa.
Ditemui di Laboratorium Energi Unwahas, Ketua Tim Peneliti Roket EDF Unwahas Tabah Priangkoso menyebutkan, roket EDF memberikan tingkat keselamatan yang lebih tinggi karena menggunakan baterai sebagai sumber energi penggeraknya, sehingga menurunkan risiko kebakaran dan ledakan.
“Roket EDF juga memiliki konstruksi yang sederhana sehingga mudah dibuat,” jelasnya. Setelah menjalankan misi, roket diprogram untuk kembali ke tempat peluncuran sehingga dapat digunakan kembali pada misi berikutnya.
Anggota peneliti Unwahas Muhammad Dzulfikar menjelaskan, penelitian roket EDF dilakukan selama satu tahun sepanjang tahun 2022 sebagai tahap awal pengembangan roket EDF tersebut melibatkan 10 mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Proyek Independen.
Dzulfikar menambahkan, mahasiswa yang terlibat mendapatkan pengalaman penelitian dalam bidang aerodinamika, sistem kendali, maupun material roket dan memperoleh rekognisi 20 SKS per semester. Ia juga menyebutkan, program MBKM meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Anggota peneliti lainnya dari Universitas Diponegoro Joga Dharma Setiawan menambahkan, roket EDF juga dapat difungsikan sebagai misil dalam bidang pertahanan dan keamanan. Ia menambahkan, roket EDF dapat diprogram untuk menemukan dan mencapai sasaran sesuai program yang diinput ke dalam sistem kendali roket. Meskipun demikian, perancangan roket EDF memberikan tantangan. “Tantangan utama dalam pengembangan roket EDF adalah berat baterai. Jika jangkauan roket diperbesar, maka roket semakin berat sehingga mengurangi porsi berat muatan,” katanya.
Dia berharap, di masa depan tersedia baterai yang lebih ringan dengan kepadatan energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, roket akan memiliki jangkauan dan kecepatan yang lebih besar.
Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Unwahas yang menjadi peserta Program MBKM Proyek Independen Roket EDF ini, Dimas, Dedi, Falih, dan Reza, menyatakan bahwa program MBKM ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa.
“Kami jadi lebih terampil dan siap dalam menghadapi tantangan teknologi,” kata Dedi.
Sementara itu, CEO Scratch Robotic yang menjadi mitra penelitian ini, Prima Adhi Yudhistira, mengatakan bahwa program ini dapat menjadi penghubung antara kebutuhan dunia industri dengan perguruan tinggi karena kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri. Scratch Robotic sendiri merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman dalam produksi drone untuk berbagai fungsi di udara, darat, maupun air.
Tabah mengungkapkan, penelitian dengan tema “Rancang Bangun Roket Electric Ducted Fan dengan Sistem Kendali Aktif dan Sistem Pendaratan Efisien” tersebut didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) Kemenkeu bekerjasama dengan Direktorat Sumber Daya Ditjen Dikti Ristek Kemendikbudristek melalui Program Riset Keilmuan.
Progam ini dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dan didukung Scratch Robotic sebagai mitra Tim Peneliti yang ikut serta mendanai penelitian dan melatih mahasiswa dalam program ini.