Delegasi Mesin Unwahas Hadir pada Workshop Hydro di Universitas Diponegoro

Delegasi Mesin Unwahas Hadir pada Workshop Hydro di Universitas Diponegoro

Pada tanggal 1 Maret, Universitas Diponegoro menyelenggarakan workshop dengan Dr. Josef M. Ullmer, Presiden Direktur PT ANDRITZ Hydro Indonesia, sebagai pembicara utama. Didukung oleh tim pembicara dari PT Brantas Energi.

Kemudian esoknya, Sabtu, 2 Maret; peserta diajak untuk melihat proses kerja Turbin Air skala kecil di laboratorium Termofluida. Agenda ini terselenggara atas prakarsa Dr techn. Khoiri Rozi dkk dari prodi Teknik Mesin Undip.

https://www.andritz.com/hydro-en/about-andritz-hydro/locations/jakarta-indonesia/jakarta-indonesia-id/local-news-indonesia-id

Share this :
Unwahas Kukuhkan Guru Besar Bidang Teknik Mesin, Terapkan Spiritualisasi Ilmu Pengetahuan Modern

Unwahas Kukuhkan Guru Besar Bidang Teknik Mesin, Terapkan Spiritualisasi Ilmu Pengetahuan Modern

Semarang – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menambah Guru Besar pada Fakultas Teknik yang telah dikukuhkan pada Sabtu (17/2) pagi. Kegiatan tersebut mengukuhkan Prof. Dr. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM sebagai Guru Besar bidang Teknik Mesin. Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang (YWHS) yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua I YWHS Prof. H. Abu Hapsin Umar, MA, Ph.D menyebut jika Prof. Helmy telah memberikan contoh bentuk spiritualisasi ilmu yang baik “maka sekali lagi apa yang telah dilakukan oleh Prof Helmy ini merupalan salah satu bentuk dari spiritualisasi ilmu-ilmu pengetahuan modern” ungkapnya.

Pengukuhan yang dilaksanakan di aula Fakultas Farmasi Kampus II Unwahas tersebut dihadiri oleh Senat Universitas, Guru Besar Undangan, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI, serta seluruh kolega Guru Besar yang dikukuhkan. Rektor Unwahas selaku Ketua Senat Prof. Dr. KH. Mudzakkir Ali, MA dalam sambutanya menyampaikan bahwa, pengukuhan Guru Besar dalam kesempatan ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi seluruh Civitas Academica Unwahas “hari ini kami melaksanakan acara sidang Senat Akademik dengan pengukuhan Guru Besar, kami bersyukur dan berharap agar Dosen lain di lingkungan Unwahas dapat termotivasi untuk terus meningkatkan gelar akademiknya” ungkapnya.

Pada kesempatan ini Prof Helmy sebagai Guru Besar yang dikukuhkan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Pengembangan Material Tahan Balistik untuk Kemandirian Bangsa dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan. Beliau menyampaikan jika baja telah tertuang dalam Al Quran dimana baja merupakan material yang kuat dan dapat dikuatkan melalui pemanasan “baja digunakan sebagai bahan untuk melindungi diri dari ancaman musuh, dalam ilmu meltalurgi modern, baja masih digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan bahan tahan balistik” jelasnya. Ia menambahkan jika dinamika geopolitik dan komplektitas ancama keamanan bangsa Indonesia menjadi salah satu dasar ilmu yang Ia pelajari “ancaman pertahanan keamanan bangsa Indonesia menjadi satu hal yang penting karena kita dikelilingi negara maju dan negara yang sedang berkonflik baik secara politik maupun secara ekonomi. Juga karena letak Indonesia yang strategis dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Prof Helmy mengucapkan syukur dan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam mendapatkan gelar kehormatan Guru Besar, beliau berharap dapat selalu memberikan sumbangsih dalam peningkatan pendidikan terkhusus pada keilmuan yang Ia getekuni. (Humas/Unwahas)

Share this :
Belajar dari Kampus Islam Pertama – UII

Belajar dari Kampus Islam Pertama – UII

Delegasi Unwahas sejumlah 22 orang dosen dan tenaga kependidikan, termasuk 4 dosen JTM, menghadiri kegiatan Studi Banding Pengelolaan dan Penjaminan Mutu Elearning dalam Pelaksanaan Pembelajaran Digital di Universitas Islam tertua di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof Jaka Nugraha – WR Bidang Pengembangan Akademik & Riset menerima dengan hangat rombongan dari kampus milenial Universitas Wahid Hasyim. Dr Helmy Purwanto selaku pimpinan delegasi Unwahas menyampaikan maksud tujuan dengan baik dalam menuntut ilmu model pengelolaan pembelajaran di kampus bersejarah Universitas Islam Indonesia.

 

Share this :
Mengenal Dr Nugroho Widiasmadi, Dosen Unwahas Semarang Penerima Kalpataru

Mengenal Dr Nugroho Widiasmadi, Dosen Unwahas Semarang Penerima Kalpataru

Semarang, Idola 92.6 FM – Dr Nugroho Widiasmadi, dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang baru-baru ini meraih penghargaan Kalpataru 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori Pembina Lingkungan.

Melalui riset terintegrasi, Nugroho menciptakan Teknologi Biosoildam MA-11 yang mampu mengkonsevasi tanah dan air untuk daya dukung suatu lahan.”Dengan Biosoildam MA-11 yang sejak kami riset 2005 dan implemenatasikan pada 2010, teknologi ini bisa memperbaiki tanah marjinal,”tutur Nugroho kepada radio Idola, pagi (07/07) tadi.

Menurut Nugroho, ada tiga jenis tanah yang kalau dihitung tak ada untungnya, jika ditanami. Sehingga petani akan rugi.”Tanah yang jenuh dengan pupuk kimia, lahan tidur, dan ex tambang,”tambahnya.

Dr Nugroho Widiasmadi
Nugroho Widiasmadi Dosen Unwahas Semarang Penerima Kalpataru 2023 bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Dok Nugroho)

Nugroho mengatakan teknologi biosoildam MA-11 sudah diaplikasikan di tanah air, dari Sabang sampai Merauke. Meskipun masih spot-spot. Dengan perhatian KLHK, ia berharap semakin banyak petani yang menggunakan temuannya itu. Terlebih biaya yang dikeluarkan terbilang murah, jika dibanding dengan hasil panen yang diperoleh.

Selain Kalpataru 2023, sejumlah penghargaan lain juga yang pernah diraih Nugroho, salah satunya dosen berprestasi nasional tahun 2007.

Teknologi biosoildam MA-11
Teknologi biosoildam MA-11 karya Nugroho Widiasmadi sudah diaplikasikan oleh petani di tanah air, dari Sabang sampai Merauke. (Dok Nugroho)

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Dr Nugroho Widiasmadi, dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang peraih penghargaan Kalpataru 2023 dari KLHK untuk kategori Pembina Lingkungan.  (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Share this :