SEMARANG, suaramerdeka.com – Perguruan tinggi dituntut mampu mencetak lulusan cakap dan berkualitas dari waktu ke waktu.

Mereka ini yang nantinya akan terjun secara profesional memenuhi kebutuhan pasar kerja maupun dunia industri di Tanah Air.

“Sebagai jawaban mencetak lulusan kampus yang ideal dalam arti berkualitas dan cakap maka kini digulirkan kebijakan baru. Kebijakan itu berupa program merdeka belajar yang mencakup program kampus merdeka atau seutuhnya adalah merdeka belajar kampus merdeka (MKBM),” tutur Wakil Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) Dr Andi Purwono.

Dia berbicara dalam forum grup diskusi terarah yang diinisiasi Fakultas Ekonomi Unwahas dengan menghadirkan narasumber dan undangan dari kampus mitra seperti Unnes, Unissula, UPGRIS dan lainnya.

Hadir Dekan FE, Dr Hasan, serta pemateri yaitu Kepala Prodi Manajemen Unissula, Dr Ardian Adhiatma, Staff Ahli Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Unnes, Lulu A Farida, Kepala Prodi Tehnik Mesin Unwahas, Muhammad Dzulfikar, serta Wakil Dekan 1 FE Unwahas Yulekhah Ariyanti

 

Adapun Andi Purwono selain sebagai wakil rektor turut menjadi narasumber dalam kegiatan bertema “Digital Based Enterpreneurship Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka” ini.

Dia menjelaskan butuh dipersiapkan lulusan kampus secara ideal dewasa ini. Mencakup pembentukan karakter dan keahlian penunjang bagi mahasiswa atau biasa disebut soft skill. Kehadiran program merdeka belajar dinilai sejalan keinginan membentuk kecakapan lulusan.

Melalui model ini juga mahasiswa bisa merasakan pertukaran studi, magang kerja, dan mencicipi kuliah di luar program studi yang ditempuh. Wakil rektor juga menerangkan telah dibuat sejumlah peraturan rektor mendukung implementasi MKBM di Unwahas.

Dekan Hasan menambahkan forum ini diselenggarakan karena pentingnya MKBM untuk menjawab kebutuhan menyiapkan lulusan kampus yang memiliki kompetensi unggul. Diundang pemateri yang memiliki pengalaman menangani program ini di masing-masing kampus.

Keinginannya forum ini mendukung sepenuhnya penerapan program merdeka belajar. Adapun untuk perkuliahan di FE Unwahas dibuat skema menyiapkan lulusan yang cakap berwirausaha berbasis teknologi digital.

Di sisi lain Ardian menyatakan di lingkungan fakultas tempatnya mengajar juga disusun program mendukung kehadiran MBKM. Diantaranya melalui model capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Model ini membuat mahasiswa bisa mengikuti tahapan pertukaran studi di berbagai kampus bahkan luar negeri. Atau mengikuti perkuliahan di dalam kampus namun mengambil mata kuliah di prodi lain.

‘’Misal mahasiswa manajemen, belajar ilmu hukum, bahasa asing, atau teknologi informasi. Sebaliknya mahasiswa ilmu komunikasi, psikologi, dan sebagainya turut menyelami keilmuan bidang manajemen,’’kata dia.

Adapun Lulu menyatakan pihaknya memperkuat kerja sama internasional dengan berbagai kampus mancanegara menyongsong MBKM. Didalamnya juga mendorong mahasiswa untuk bisa ikut program pertukaran studi global.

Syaratnya mahasiswa juga memiliki pemahaman lebih tentang kebahasaan terutama Inggris sebagai sarana percakapan internasional. Program merdeka belajar turut membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat kampus tentang dunia internasional.

Share this :